Tampilkan postingan dengan label musibah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musibah. Tampilkan semua postingan
Allah telah menguji kaum Fira’un, bangsa Qibthi dengan tahun-tahun musim kemarau, sehingga terjadi gagal penen dan gagalnya hasil peternakan. Dan juga menguji mereka dengan sedikitnya buah-buahan. Tujuan ujian ini agar mereka ingat kepada Allah.
Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Imam Asy-Syafii, "Wahai Abu Abdillah, manakah yang lebih baik bagi seseorang dibiarkan atau diuji?"
Al-Imam Asy-Syafii menjawab, "Tidak mungkin seseorang itu dibiarkan hingga ia diuji. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah menguji Nabi Nuh, Ibrohim, Musa, 'Isa, dan Nabi Muhammad sholawatullah 'alaihim ajma'in. Maka tatkala mereka bersabar, Allah mengokohkan mereka. Tidak boleh seorang pun mengira akan lepas dari kesusahan."
Ujian merupakan suatu keharusan yang menimpa manusia dan tidak ada seorang pun yang dapat mengelak darinya. Oleh karenanya Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan dalam Al-Qur'an tentang keharusannya menguji manusia.
Allah berfirman, "Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, 'Kami telah beriman' sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (adzab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu." (QS Al-Ankabuut: 1-4).
Allah juga berfirman, "Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar-benarnya. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS Al-Anbiyaa`: 35).
